Helpin
Semua artikel

Panduan Akademik · 16 Oktober 2026 · Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Similarity Tinggi pada Artikel dari Skripsi Sendiri

Artikel dari skripsi sendiri sering similarity tinggi karena cocok dengan skripsimu di repositori kampus. Ini penjelasan dan cara mengatasinya.

Jawaban singkat

Artikel dari skripsi sendiri sering similarity tinggi karena cocok dengan skripsimu di repositori kampus atau repository Turnitin. Ini tidak sepenuhnya plagiarisme, tapi editor jurnal tetap melihat angkanya. Turunkan dengan menulis ulang (bukan potong-tempel), memperbarui referensi, mempertajam pembahasan, dan meminta pengecualian sumber kalau perlu. Batas tiap jurnal berbeda.

Similarity Tinggi pada Artikel dari Skripsi Sendiri

Kamu sudah lulus, lalu ingin menerbitkan skripsi sebagai artikel jurnal. Saat dicek, similarity-nya 60%, dan sumber teratasnya adalah skripsimu sendiri di repositori kampus. Apakah ini plagiarisme?

Jawabannya: tidak sepenuhnya, tapi tetap harus ditangani. Editor jurnal akan melihat angka itu, dan banyak jurnal punya batas similarity yang ketat.

Kenapa bisa cocok dengan skripsi sendiri?

Ada dua jalur utama:

  1. Repositori kampus. Banyak kampus mengunggah skripsi ke repositori online (misalnya eprints atau digilib). Halaman ini terbaca mesin pencari dan ikut dibandingkan oleh alat cek similarity.
  2. Repository Turnitin. Kalau skripsimu pernah dicek dengan pengaturan standard repository, file itu tersimpan di database Turnitin. Penjelasannya ada di Turnitin repository vs no repository.

Jadi alat cek tidak tahu bahwa kamu penulis keduanya. Ia hanya melihat teks yang sama.

Apakah ini termasuk self-plagiarism?

Self-plagiarism adalah menerbitkan ulang karya sendiri seolah-olah karya baru, tanpa menyebutkan karya sebelumnya. Skripsi umumnya tidak dianggap publikasi ilmiah dalam arti jurnal, sehingga banyak jurnal mengizinkan artikel yang berasal dari skripsi.

Syaratnya biasanya dua:

  • Disebutkan secara terbuka. Tulis di catatan kaki, ucapan terima kasih, atau surat pengantar bahwa artikel ini berasal dari skripsimu.
  • Ditulis ulang sebagai artikel. Bukan potongan skripsi yang ditempel.

Aturan tiap jurnal berbeda. Selalu cek pedoman penulis (author guidelines) jurnal tujuan.

Cara menurunkan similarity artikel dari skripsi

1. Tulis ulang, jangan potong-tempel

Artikel jurnal punya struktur dan panjang yang berbeda dari skripsi. Latar belakang lima halaman harus jadi satu atau dua paragraf. Kajian teori panjang harus diringkas menjadi argumen yang padat. Proses menulis ulang ini otomatis menurunkan kecocokan. Bagian yang wajib diubah dibahas di konversi skripsi jadi artikel jurnal.

2. Perbarui referensi

Skripsi biasanya ditulis satu atau dua tahun sebelum artikel dikirim. Tambahkan penelitian terbaru di pendahuluan dan pembahasan. Selain menurunkan similarity, ini membuat artikelmu lebih kuat di mata reviewer.

3. Pertajam pembahasan

Pembahasan skripsi sering hanya membandingkan hasil dengan teori. Di artikel, tambahkan implikasi, keterbatasan, dan perbandingan dengan penelitian internasional. Bagian ini tulisan baru, sehingga similarity-nya rendah.

4. Minta pengecualian sumber kalau perlu

Saat mengecek sendiri, kamu bisa meminta sumber skripsimu dikecualikan untuk melihat similarity terhadap sumber lain. Tapi ingat: editor jurnal mungkin tidak mengecualikannya. Jadi tetap tulis ulang.

5. Jelaskan di surat pengantar

Sebutkan bahwa artikel ini berasal dari skripsimu dan cantumkan tautannya kalau ada. Editor yang tahu sejak awal cenderung tidak menganggapnya masalah. Kebanyakan jurnal memakai iThenticate untuk mengecek naskah, dan bedanya dengan Turnitin ada di Ithenticate vs Turnitin untuk jurnal.

Template surat pengantar yang bisa langsung kamu sesuaikan ada di cara membuat cover letter jurnal dari Helpin Publisher.

Bagaimana dengan artikel yang sudah terbit, lalu ditulis lagi?

Ini berbeda. Menerbitkan artikel yang sama atau hampir sama di dua jurnal disebut publikasi ganda (duplicate publication). Ini pelanggaran etika yang serius, bisa berujung penarikan artikel. Satu penelitian, satu artikel, kecuali kamu benar-benar menganalisis data yang berbeda.

Peta: dari bab skripsi ke bagian artikel

Skripsi bisa lebih dari 80 halaman, sedangkan artikel jurnal umumnya 4.000–8.000 kata (ikuti pedoman jurnal tujuan). Ini gambaran cara memadatkannya:

Bagian skripsi Jadi bagian artikel Yang dilakukan
Bab 1 (latar belakang, rumusan masalah) Pendahuluan Ringkas jadi 4–6 paragraf, tambah celah penelitian dan referensi terbaru
Bab 2 (kajian teori) Pendahuluan atau kajian pustaka singkat Ambil teori inti saja, buang definisi umum
Bab 3 (metode) Metode Padatkan, sebutkan desain, sampel, instrumen, analisis
Bab 4 (hasil dan pembahasan) Hasil dan Pembahasan Pilih temuan utama, perdalam pembahasan dengan penelitian lain
Bab 5 (kesimpulan) Kesimpulan Satu atau dua paragraf, tambah implikasi dan keterbatasan
Abstrak skripsi Abstrak Tulis ulang sesuai batas kata jurnal

Karena hampir semua bagian harus diringkas dan disusun ulang, kecocokan dengan skripsi aslinya otomatis berkurang. Yang berbahaya adalah kalau kamu hanya memotong paragraf skripsi lalu menempelkannya.

Urutan kerja yang disarankan

  1. Pilih jurnal tujuan dulu. Baca fokus, gaya selingkung, batas kata, dan batas similarity-nya.
  2. Tentukan satu pesan utama. Artikel yang baik punya satu temuan inti, bukan semua isi skripsi.
  3. Tulis ulang pendahuluan dari nol dengan referensi terbaru.
  4. Padatkan metode dan hasil dengan kalimat baru.
  5. Perdalam pembahasan. Bandingkan temuanmu dengan penelitian lain, terutama yang terbit setelah skripsimu selesai.
  6. Cek similarity naskah. Lihat sumber terbesar. Kalau masih didominasi skripsimu sendiri, tulis ulang bagian yang tersorot.
  7. Siapkan surat pengantar yang menyebutkan asal naskah dari skripsi.

Kesalahan yang sering membuat artikel ditolak

Selain similarity, artikel dari skripsi sering ditolak karena hal-hal ini:

  • Masih terasa seperti skripsi. Ada kalimat "penelitian ini terdiri dari lima bab" atau sub-bab "manfaat penelitian". Bagian seperti ini tidak lazim di artikel jurnal.
  • Pendahuluan terlalu panjang dan umum. Editor ingin tahu celah penelitian dalam beberapa paragraf pertama.
  • Referensi lama. Kalau sebagian besar referensi berusia lebih dari 10 tahun, reviewer akan meminta pembaruan.
  • Tidak sesuai fokus jurnal. Topik bagus pun bisa ditolak kalau tidak cocok dengan cakupan jurnal.
  • Format tidak mengikuti template. Banyak jurnal langsung mengembalikan naskah yang tidak memakai template mereka.

Menghindari kesalahan ini sejak awal menghemat waktu berbulan-bulan, karena setiap penolakan berarti mengulang proses di jurnal lain.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa batas similarity untuk jurnal?

Tiap jurnal berbeda. Banyak jurnal nasional mematok di bawah 20–25%, sebagian lebih ketat. Cek pedoman penulis di laman jurnal.

Apakah dosen pembimbing harus jadi penulis kedua?

Tidak wajib secara aturan umum, tapi lazim karena pembimbing ikut berkontribusi. Bicarakan dengan pembimbingmu sebelum mengirim naskah.

Bisakah skripsi dihapus dari repositori kampus?

Biasanya tidak, karena unggah skripsi adalah syarat kelulusan. Beberapa kampus hanya menampilkan abstrak atau Bab 1 dan 5. Solusi yang lebih realistis tetap menulis ulang.

Apakah boleh mengirim artikel dari skripsi yang belum diunggah ke repositori kampus?

Boleh, dan justru similarity-nya biasanya lebih rendah. Tapi tetap sebutkan asal naskah, karena skripsimu akan terunggah nanti dan editor bisa menemukannya.

Mau skripsimu jadi artikel jurnal?

Layanan konversi artikel Helpin membantu mengubah skripsi menjadi artikel sesuai format jurnal tujuan. Setelah itu, kamu bisa mengecek naskahnya dengan cek iThenticate sebelum dikirim.

Butuh bantuan?

Konversi Artikel

Hubungi Admin

Pesan sekarang

Deadline sidang mepet? Kirim file sekarang.

Admin aktif setiap hari 08.00–24.00. Konsultasi dulu juga boleh, gratis.

Ririn dan Nyonyo, maskot Helpin, memegang ijazah