Ithenticate vs Turnitin: Bedanya untuk Submit Jurnal, Bukan Skripsi
Kalau kamu baru mau submit naskah ke jurnal ilmiah (baik untuk syarat kelulusan S1, portofolio akademik, atau publikasi lanjutan), kamu mungkin akan dengar nama Ithenticate — bukan Turnitin yang biasa dipakai kampus untuk cek skripsi harian. Wajar kalau bingung, karena dua-duanya sekilas fungsinya mirip: sama-sama mengecek kemiripan teks dengan database referensi lain.
Artikel ini membahas apa sebenarnya Ithenticate, perbedaan utamanya dengan Turnitin versi kampus, kapan kamu benar-benar butuh yang mana, dan apa yang perlu dilakukan kalau hasil cek Ithenticate-mu ternyata masih di atas batas yang diminta jurnal.
Ithenticate itu apa, sebenarnya?
Ithenticate dikembangkan oleh perusahaan yang sama dengan Turnitin (Turnitin LLC/iParadigms), tapi dirancang khusus untuk kebutuhan publikasi ilmiah — dipakai oleh penerbit jurnal, reviewer, dan peneliti untuk memastikan naskah yang akan dipublikasikan bebas dari plagiarisme sebelum masuk proses review lebih lanjut. Karena posisinya sebagai tools screening awal sebelum naskah masuk ke meja editor atau reviewer, standar yang diterapkan biasanya lebih ketat dibanding sekadar syarat kelulusan skripsi.
Perbedaan utama dengan Turnitin versi kampus
Basis pembanding. Turnitin versi kampus fokus membandingkan dengan database tugas kuliah, skripsi/tesis dari berbagai institusi, dan konten web secara luas — termasuk submission mahasiswa lain dari kampus yang sama maupun kampus lain yang berlangganan Turnitin. Ithenticate lebih fokus ke database jurnal ilmiah, paper akademik, dan publikasi terindeks yang relevan untuk kebutuhan penerbitan, bukan koleksi tugas kuliah mahasiswa secara umum.
Siapa yang biasanya menggunakan. Turnitin kampus umumnya diakses lewat akun institusi untuk keperluan dosen mengecek tugas atau skripsi mahasiswa sebagai bagian dari proses bimbingan dan sidang. Ithenticate lebih sering diakses lewat sistem submission jurnal itu sendiri (sebagai bagian dari proses editorial), atau digunakan langsung oleh penulis untuk self-check sebelum submit naskah, supaya tidak langsung ditolak di tahap screening awal.
Format laporan. Keduanya sama-sama menampilkan similarity index dan match overview dengan struktur yang mirip secara visual, tapi Ithenticate biasanya lebih menekankan pada perbandingan dengan literatur ilmiah terpublikasi — relevan untuk standar jurnal yang memang menilai orisinalitas kontribusi keilmuan secara ketat, bukan sekadar kemiripan teks tugas kuliah yang mungkin masih bisa ditoleransi di level skripsi.
Standar ambang batas yang diterima. Jurnal ilmiah, terutama yang terindeks Scopus atau terakreditasi SINTA tinggi, umumnya menetapkan ambang similarity yang jauh lebih ketat dibanding syarat kelulusan skripsi biasa — kadang di bawah 15-20%, karena naskah yang dipublikasikan akan jadi rujukan permanen yang bisa diakses publik dan dikutip peneliti lain.
Kapan kamu butuh Ithenticate, bukan Turnitin biasa?
- Mau submit skripsi/tesis yang sudah dikonversi jadi artikel ilmiah ke jurnal SINTA, Scopus, atau jurnal internasional lain. Kami bahas detail proses konversinya di artikel konversi skripsi jadi artikel jurnal.
- Dosen pembimbing atau editor jurnal secara spesifik meminta laporan Ithenticate, bukan Turnitin kampus — ini biasanya tercantum eksplisit di author guidelines jurnal tujuanmu.
- Kamu peneliti atau dosen yang mau self-check naskah sebelum submission supaya nggak ditolak di tahap screening awal karena similarity yang belum diketahui sebelumnya.
- Kampusmu mensyaratkan publikasi jurnal sebagai syarat kelulusan tambahan di luar syarat sidang skripsi standar, yang biasanya menuntut cek similarity terpisah dengan standar jurnal, bukan cuma standar kampus.
Kalau kampusmu tetap minta Turnitin untuk skripsi yang mau dijadikan jurnal
Beberapa kampus punya alur berbeda-beda — ada yang tetap cukup dengan Turnitin kampus untuk syarat kelulusan S1, lalu Ithenticate baru dipakai terpisah saat proses submit ke jurnal setelah lulus. Ada juga kampus yang mensyaratkan kedua-duanya sejak awal, terutama untuk program studi yang memang mendorong publikasi sebagai bagian dari kurikulum.
Kalau kamu nggak yakin kampus atau jurnal tujuanmu minta yang mana, tanyakan langsung ke bagian akademik atau editor jurnalnya — supaya nggak keliru cek dan harus mengulang proses dari awal, yang tentu membuang waktu dan biaya yang sebenarnya bisa dihindari dengan konfirmasi sederhana di awal.
Perbedaan konteks penggunaan lainnya yang perlu dipahami
Selain perbedaan teknis di atas, ada beberapa hal kontekstual yang perlu kamu pahami soal posisi Ithenticate dalam proses publikasi:
Ithenticate bukan satu-satunya syarat lolos review jurnal. Similarity yang rendah hanya salah satu aspek screening awal. Kualitas metodologi, kontribusi keilmuan, dan relevansi dengan scope jurnal tetap jadi faktor utama penilaian reviewer.
Beberapa jurnal punya kebijakan self-plagiarism yang ketat. Kalau naskah jurnalmu banyak mengambil dari skripsi asalmu sendiri tanpa modifikasi substansial, ini bisa terdeteksi sebagai similarity tinggi meski sumbernya adalah tulisanmu sendiri — fenomena yang disebut self-plagiarism. Kami bahas lebih detail soal ini di artikel plagiarisme tidak sengaja.
Timing pengecekan juga penting. Idealnya cek Ithenticate dilakukan setelah naskah jurnalmu benar-benar dalam bentuk final sesuai format artikel (bukan masih dalam bentuk bab skripsi), supaya hasilnya representatif dengan apa yang akan benar-benar disubmit ke jurnal.
Bagaimana kalau hasil cek Ithenticate-mu masih tinggi?
Standar jurnal ilmiah untuk orisinalitas biasanya lebih ketat dibanding skripsi biasa, karena naskah yang dipublikasi jadi rujukan permanen yang terus bisa diakses dan dikutip. Kalau similarity masih di atas batas yang diminta jurnal, jangan langsung merevisi asal-asalan — identifikasi dulu apakah similarity itu berasal dari kutipan literatur yang memang wajar (dan bisa diatasi dengan setting exclude), atau memang dari bagian yang perlu diparafrase ulang secara substansial.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah similarity Turnitin yang sudah rendah menjamin similarity Ithenticate juga rendah? Tidak selalu, karena database pembanding yang berbeda. Naskah bisa saja punya similarity rendah di Turnitin (karena dibandingkan dengan database tugas kuliah) tapi similarity lebih tinggi di Ithenticate (karena dibandingkan dengan database jurnal ilmiah yang lebih spesifik ke topik penelitianmu).
Apakah semua jurnal mewajibkan cek Ithenticate? Tidak semua, tapi mayoritas jurnal bereputasi (terutama yang terindeks Scopus atau SINTA tinggi) mensyaratkan bukti orisinalitas dalam bentuk laporan similarity, dan Ithenticate adalah salah satu tools yang paling umum diminta untuk keperluan ini.
Apakah bisa cek Ithenticate secara mandiri tanpa lewat sistem submission jurnal? Bisa, lewat jasa cek mandiri seperti Helpin, yang berguna untuk self-check sebelum submit resmi supaya kamu tahu posisimu dan bisa merevisi dulu kalau perlu, tanpa harus menunggu hasil screening dari editor jurnal yang prosesnya bisa memakan waktu lebih lama.
Kalau butuh cek atau turunkan similarity Ithenticate
Layanan cek Ithenticate dan parafrase Ithenticate dari Helpin bisa membantu mengecek sekaligus menurunkan similarity-nya tanpa mengubah kontribusi keilmuan yang sudah kamu tulis — chat admin dulu untuk konsultasi soal kebutuhan spesifik jurnal tujuanmu, karena proses dan estimasinya perlu disesuaikan dengan standar masing-masing jurnal.
Butuh Cek Ithenticate?
Tim Helpin siap bantu lewat WhatsApp — admin asli, bukan bot.
