Bedanya Turnitin, Drillbit, dan Ithenticate — Kampusmu Pakai yang Mana?
Setiap kampus punya standar pengecekan plagiarisme yang berbeda-beda, dan itu bisa bikin bingung kalau kamu nggak tahu tools apa yang dipakai. Tiga nama yang paling sering muncul adalah Turnitin, Drillbit, dan Ithenticate. Sekilas fungsinya mirip — sama-sama mengecek kemiripan teks dengan database referensi — tapi ada perbedaan penting yang perlu kamu tahu sebelum buru-buru cek pakai tools yang salah dan hasilnya nggak diterima kampus.
Artikel ini membahas karakteristik masing-masing tools, kenapa hasil similarity-nya bisa berbeda signifikan untuk dokumen yang persis sama, dan cara memastikan kamu cek pakai tools yang benar-benar relevan dengan kebutuhanmu.
Turnitin
Turnitin adalah salah satu tools cek plagiarisme paling luas dipakai di dunia, termasuk oleh banyak kampus besar di Indonesia. Database pembandingnya sangat besar: jurnal ilmiah, skripsi/tesis dari berbagai institusi yang pernah disubmit lewat Turnitin, dan konten web yang diindeks secara luas. Laporan Turnitin biasanya jadi acuan utama untuk syarat sidang skripsi di kampus-kampus yang berlangganan resmi.
Kelebihan utama Turnitin ada di cakupan database-nya yang sangat luas dan format laporan yang cukup detail — similarity index total, Match Overview per sumber, sampai fitur exclude bibliography dan quotes yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena begitu luas dipakai, laporan Turnitin juga umumnya lebih mudah "diterima" lintas kampus dibanding tools yang lebih niche.
Drillbit
Drillbit adalah tools pengecekan plagiarisme yang juga cukup umum dipakai kampus-kampus di Indonesia, terutama untuk kebutuhan internal seperti cek tugas akhir, cek jurnal internal kampus, atau syarat administratif yang tidak mewajibkan Turnitin secara spesifik. Algoritma pembandingnya berbeda dari Turnitin, dan basis data yang diakses juga tidak identik — jadi hasil persentase similarity antara Drillbit dan Turnitin untuk dokumen yang sama bisa berbeda cukup signifikan, kadang selisihnya cukup jauh.
Beberapa kampus memilih Drillbit karena faktor biaya lisensi atau karena sudah jadi standar internal fakultas tertentu, terlepas dari tools apa yang dipakai kampus lain. Kalau kampusmu secara eksplisit meminta laporan Drillbit, jangan asumsikan hasil cek Turnitin bisa otomatis dipakai sebagai gantinya — bisa saja ditolak karena bukan format yang diminta.
Ithenticate
Ithenticate sebenarnya dikembangkan oleh perusahaan yang sama dengan Turnitin (Turnitin LLC/iParadigms), tapi fokus penggunaannya lebih ke kebutuhan publikasi ilmiah dan jurnal, bukan tugas kuliah harian. Basis pembandingnya lebih terfokus ke database jurnal ilmiah, paper akademik, dan publikasi terindeks — bukan koleksi tugas kuliah dan skripsi mahasiswa secara luas seperti Turnitin versi kampus.
Kalau kamu sedang menyiapkan naskah untuk submit ke jurnal (apalagi jurnal internasional atau jurnal terakreditasi SINTA yang mewajibkan bukti orisinalitas), kemungkinan besar yang akan diminta adalah laporan Ithenticate, bukan Turnitin versi kampus. Kami bahas lebih detail soal perbedaan konteks penggunaan ini di artikel Ithenticate vs Turnitin untuk submit jurnal.
Perbandingan singkat ketiganya
| Turnitin | Drillbit | Ithenticate | |
|---|---|---|---|
| Konteks umum | Skripsi/tesis, syarat sidang | Tugas akhir, jurnal internal kampus | Submit jurnal ilmiah/publikasi |
| Basis pembanding | Jurnal, skripsi/tesis, web luas | Bervariasi per lisensi kampus | Jurnal ilmiah & publikasi terindeks |
| Pemakai umum | Kampus besar, syarat sidang nasional | Kampus dengan lisensi Drillbit | Penerbit jurnal, peneliti |
Tabel ini gambaran umum pola pemakaian, bukan aturan baku — tetap konfirmasi ke kampus atau tujuan submitmu masing-masing.
Kenapa hasilnya bisa beda-beda untuk dokumen yang sama?
Perbedaan hasil similarity antar tools ini wajar terjadi, dan bukan berarti salah satu tools "lebih benar" dari yang lain. Beberapa penyebab utamanya:
Database pembanding yang berbeda. Koleksi jurnal, skripsi, dan sumber web yang diakses masing-masing tools tidak sama persis. Dokumen yang kebetulan mirip dengan sumber yang ada di database Turnitin belum tentu terdeteksi di database Drillbit, begitu juga sebaliknya.
Algoritma pencocokan teks yang berbeda. Cara masing-masing tools menghitung tingkat kemiripan teks — mulai dari panjang frasa minimal yang dianggap "match" sampai cara menangani parafrase ringan — bisa menghasilkan persentase akhir yang berbeda meski dokumennya identik.
Setting exclude yang bisa dikonfigurasi berbeda. Fitur untuk mengecualikan kutipan, daftar pustaka, atau dokumen di bawah persentase tertentu bisa diatur berbeda-beda tergantung siapa yang menjalankan pengecekan dan bagaimana konfigurasi defaultnya di institusi tersebut.
Frekuensi update database. Tools yang database-nya lebih sering diperbarui punya kemungkinan lebih besar mendeteksi kemiripan dengan dokumen yang baru saja dipublikasikan, dibanding tools yang update database-nya lebih jarang.
Jadi, harus cek pakai yang mana?
Yang paling penting adalah cek sesuai dengan tools resmi yang dipakai kampusmu untuk syarat sidang atau submit — bukan sekadar tools yang paling terkenal atau paling murah. Kalau kamu nggak yakin kampusmu pakai yang mana, tanyakan langsung ke bagian akademik atau dosen pembimbing sebelum memutuskan cek di platform tertentu, supaya hasilnya benar-benar relevan dan diterima sebagai syarat administratif.
Beberapa hal yang bisa kamu tanyakan langsung:
- Tools apa yang dipakai fakultas/prodi untuk syarat sidang skripsi?
- Apakah laporan dari tools lain (misalnya hasil cek mandiri pakai Turnitin) bisa diterima sebagai pengganti, atau wajib pakai tools spesifik yang kampus tentukan?
- Apakah ada perbedaan tools antara syarat sidang S1 dan syarat submit jurnal (kalau kamu berencana lanjut publikasi)?
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah similarity 20% di Turnitin sama artinya dengan 20% di Drillbit? Tidak selalu. Karena database dan algoritma yang berbeda, angka persentase yang sama dari dua tools berbeda bisa merepresentasikan tingkat kemiripan yang sedikit berbeda secara substansi. Jangan langsung menyamakan standar antar-tools.
Apakah bisa cek pakai satu tools terus dianggap cukup untuk semua keperluan? Tergantung kebutuhan. Kalau tujuannya syarat sidang skripsi, ikuti tools yang diwajibkan kampus. Kalau tujuannya submit jurnal, biasanya dibutuhkan laporan Ithenticate terpisah meski sudah pernah cek Turnitin untuk syarat kelulusan.
Kenapa nggak cukup cek pakai tools gratis di internet? Tools cek plagiarisme gratis yang banyak beredar di internet biasanya bukan Turnitin, Drillbit, atau Ithenticate asli — database pembanding dan akurasinya jauh berbeda, dan hasilnya umumnya tidak diterima sebagai bukti resmi oleh kampus.
Cek resmi sesuai kebutuhan kampusmu
Helpin menyediakan cek Turnitin, cek Drillbit, maupun cek Ithenticate secara resmi lewat akun asli — bukan tools tiruan pihak ketiga yang hasilnya bisa berbeda dari yang dipakai kampus untuk penilaian. Kalau masih ragu tools mana yang perlu kamu pakai, chat admin dulu lewat WhatsApp dan ceritakan syarat dari kampusmu — admin akan bantu arahkan sesuai kebutuhan.
