Helpin
Kembali ke BlogPanduan Akademik

Batas Persentase Plagiarisme yang Biasa Dipakai Kampus di Indonesia

Salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan mahasiswa tingkat akhir: "Berapa sih batas similarity yang aman?" Sayangnya jawabannya tidak selalu sama di setiap kampus, karena kebijakan ini biasanya diatur masing-masing institusi atau bahkan program studi, bukan diatur secara nasional oleh satu badan tunggal. Tapi ada gambaran umum yang bisa jadi patokan awal supaya kamu nggak buta arah sebelum mulai menyusun strategi revisi.

Artikel ini membahas rentang batas yang umum dipakai, faktor-faktor yang bikin kebijakan tiap kampus berbeda, cara mengecek batas yang berlaku di kampusmu, dan langkah yang perlu kamu ambil kalau hasil similarity ternyata masih di atas ambang batas.

Rentang batas yang umum dipakai

Berdasarkan pengamatan pola kebijakan di banyak kampus Indonesia, batas similarity untuk skripsi/tesis biasanya berada di kisaran 20-30%, dengan beberapa kampus menetapkan batas lebih ketat di bawah 20%, dan sebagian lain masih menerima hingga 35% tergantung kebijakan fakultas. Angka ini biasanya merujuk ke similarity index total dari laporan Turnitin, Drillbit, atau tools sejenis, bukan angka dari satu sumber tunggal.

Penting dicatat: angka ini adalah gambaran umum pola pasar, bukan aturan resmi yang berlaku universal untuk semua kampus. Batas yang berlaku untukmu tetap harus dikonfirmasi ke pedoman akademik kampus atau dosen pembimbing masing-masing — jangan jadikan artikel ini (atau cerita dari teman kampus lain) sebagai patokan final.

Kenapa batasnya bisa berbeda-beda antar kampus?

Ada beberapa faktor yang biasanya memengaruhi kenapa satu kampus bisa punya kebijakan berbeda dari kampus lain, bahkan antar-fakultas di kampus yang sama:

Rumpun ilmu. Bidang yang banyak mengutip istilah teknis baku — seperti hukum, kedokteran, atau teknik — cenderung punya toleransi similarity yang berbeda dibanding bidang sosial-humaniora. Ini karena istilah dan frasa teknis baku memang sering muncul berulang di banyak dokumen lain tanpa itu berarti plagiarisme.

Jenjang studi. Skripsi S1, tesis S2, dan disertasi S3 biasanya punya standar berbeda, dengan pola umum: makin tinggi jenjang studi, makin ketat batas yang diberlakukan. Ini masuk akal karena tuntutan orisinalitas kontribusi keilmuan juga makin tinggi di jenjang yang lebih lanjut.

Bagian yang dihitung dalam similarity index. Ada kampus yang mengecualikan (exclude) daftar pustaka dan kutipan langsung yang sudah bersitasi benar dari perhitungan similarity, ada juga yang tidak melakukan pengecualian ini secara default. Perbedaan setting ini saja bisa membuat angka similarity index terlihat sangat berbeda untuk dokumen yang sebenarnya sama persis.

Tools yang dipakai. Kampus yang pakai Turnitin, Drillbit, atau Ithenticate bisa menghasilkan angka similarity yang berbeda untuk dokumen yang sama, karena algoritma dan basis data pembanding masing-masing tools memang tidak identik. Baca lebih lanjut soal ini di artikel kami soal bedanya Turnitin, Drillbit, dan Ithenticate.

Kebijakan fakultas vs kebijakan universitas. Di beberapa kampus besar, kebijakan detail soal ambang batas similarity ditentukan di level fakultas atau bahkan program studi, bukan diseragamkan di level universitas. Jadi dua mahasiswa dari kampus yang sama tapi fakultas berbeda bisa punya batas yang berbeda pula.

Kenapa penting mengecek batas yang berlaku, bukan asal ikut standar umum

Kalau kamu terlalu santai karena mengira "20-30% itu pasti aman", padahal kampusmu menetapkan batas lebih ketat (misalnya di bawah 15%), kamu bisa kaget di detik-detik terakhir saat similarity-mu ternyata dianggap terlalu tinggi meski masih dalam rentang yang "umum" menurut pengamatan pasar. Sebaliknya, kalau kamu terlalu khawatir karena mengira batasnya sangat ketat padahal kampusmu sebenarnya cukup longgar, kamu bisa buang-buang waktu dan biaya untuk revisi yang sebenarnya tidak wajib dilakukan.

Cara mengecek batas yang berlaku di kampusmu

Jangan berasumsi dari angka yang beredar di internet, forum mahasiswa, atau cerita teman dari kampus lain. Langkah paling aman untuk memastikan angka yang benar-benar berlaku untukmu:

  1. Cek pedoman skripsi/tesis resmi dari fakultas atau program studimu — biasanya dokumen ini tersedia di website fakultas atau bisa diminta ke bagian akademik.
  2. Tanyakan langsung ke dosen pembimbing soal batas yang berlaku dan tools apa yang dipakai kampus untuk pengecekan resmi.
  3. Konfirmasi ke bagian akademik atau tata usaha kalau pedoman tertulis kurang jelas atau sudah lama tidak diperbarui.
  4. Cari tahu apakah ada pengecualian untuk daftar pustaka, kutipan langsung, atau lampiran — ini sering jadi sumber kesalahpahaman soal angka similarity yang terlihat "tinggi" padahal sebagian besar berasal dari bagian yang seharusnya di-exclude.

Timing pengecekan juga sama pentingnya

Selain tahu batas yang berlaku, kapan kamu melakukan pengecekan juga penting. Melakukan pengecekan similarity jauh sebelum deadline submit memberi kamu ruang untuk revisi kalau ternyata hasilnya masih di atas batas, dibanding baru cek H-1 sidang saat waktu revisi sudah sangat sempit. Kami membahas timing ini lebih detail di artikel cek similarity sebelum atau sesudah bimbingan dosen.

Apa yang perlu dilakukan kalau hasilnya masih di atas batas

Kalau hasil cekmu masih di atas batas yang ditentukan kampus, langkah pertama adalah jangan panik dan langsung mengubah seluruh isi bab. Similarity tinggi tidak selalu berarti kamu plagiat — seringkali itu murni soal teknis penulisan seperti kutipan yang belum diparafrase cukup jauh, atau setting exclude yang belum diaktifkan. Baca dulu Match Overview di laporanmu untuk tahu persis dari mana similarity itu berasal (kami bahas caranya di artikel cara baca laporan Turnitin), baru tentukan strategi revisi yang tepat.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah ada standar nasional resmi untuk batas plagiarisme di Indonesia? Tidak ada satu angka baku yang diwajibkan secara nasional untuk seluruh perguruan tinggi. Kebijakan detail soal ambang batas similarity ditentukan masing-masing institusi, bahkan bisa berbeda antar-fakultas dalam kampus yang sama.

Kalau similarity-ku di bawah batas kampus, apakah otomatis lolos sidang? Batas similarity biasanya hanya salah satu syarat administratif, bukan satu-satunya penentu kelulusan sidang. Kualitas penelitian, penguasaan materi, dan penilaian dosen penguji tetap jadi faktor utama.

Apakah kutipan yang sudah bersitasi benar tetap dihitung sebagai similarity? Tergantung setting exclude yang dipakai kampusmu. Secara default, banyak tools tetap menghitung kutipan langsung sebagai similarity meski sudah bersitasi benar, kecuali fitur exclude quotes diaktifkan.

Kalau butuh bantuan cek similarity resmi

Kalau kamu butuh hasil laporan similarity resmi untuk memastikan posisimu terhadap batas kampus, layanan Cek Turnitin Helpin memakai akun Turnitin resmi — bukan tools tiruan pihak ketiga yang hasilnya bisa berbeda dari yang dipakai kampus untuk penilaian resmi. Kalau ternyata hasilnya masih di atas batas, tim parafrase manual kami bisa membantu menurunkannya tanpa mengubah makna asli tulisanmu.

Butuh Cek Turnitin?

Tim Helpin siap bantu lewat WhatsApp — admin asli, bukan bot.

Lihat Semua Layanan