Helpin
Semua artikel

Tips Skripsi · 13 Oktober 2026 · Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Cara Parafrase yang Benar untuk Skripsi, dengan Contoh

Parafrase bukan sekadar ganti sinonim. Ini lima teknik parafrase yang benar dengan contoh kalimat sebelum dan sesudah, tanpa mengubah makna.

Jawaban singkat

Parafrase yang benar mengubah cara penyampaian, bukan hanya kosakata. Pahami sumbernya dulu, jaga makna tetap sama, dan tetap cantumkan sumber karena parafrase tanpa sitasi tetap plagiarisme. Lima teknik: ubah struktur kalimat, ubah aktif-pasif, ganti kata dengan padanan tepat, pecah atau gabungkan kalimat, dan tambahkan konteks penelitianmu.

Cara Parafrase yang Benar untuk Skripsi, dengan Contoh

Banyak mahasiswa mengira parafrase cukup dengan mengganti beberapa kata. Hasilnya, similarity tetap tinggi karena struktur kalimatnya masih sama dengan sumber. Parafrase yang benar mengubah cara penyampaian, bukan hanya kosakata, dan tetap menyebutkan sumbernya.

Prinsip dasarnya

Sebelum masuk teknik, pegang tiga prinsip ini:

  1. Pahami dulu, baru tulis. Baca sumbernya sampai kamu bisa menjelaskan idenya tanpa melihat teks.
  2. Makna tidak boleh berubah. Parafrase yang mengubah makna sama buruknya dengan menyalin.
  3. Tetap cantumkan sumber. Parafrase tanpa sitasi tetap termasuk plagiarisme, walaupun kata-katanya sudah berbeda.

Berikut lima teknik yang bisa kamu gabungkan. Kalimat sumber yang dipakai sebagai contoh:

Media sosial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola konsumsi remaja, terutama dalam pembelian produk fesyen.

1. Ubah struktur kalimat

Pindahkan urutan bagian kalimat. Mulai dari objek atau keterangan, bukan dari subjek yang sama dengan sumber.

Contoh: Dalam pembelian produk fesyen, pola konsumsi remaja sangat dipengaruhi oleh media sosial.

Ini langkah awal, tapi belum cukup kalau dipakai sendirian. Kata-katanya masih banyak yang sama.

2. Ubah kalimat aktif ke pasif, atau sebaliknya

Contoh: Remaja cenderung membeli produk fesyen karena terpengaruh konten media sosial.

Sekarang subjeknya berubah menjadi "remaja", dan kata kerjanya berbeda.

3. Ganti kata dengan padanan yang tepat

Ganti kata umum dengan padanan yang maknanya sama. Jangan ganti istilah teknis atau istilah kunci penelitian, karena maknanya bisa bergeser.

Contoh: Keputusan remaja membeli pakaian dan aksesori banyak dipicu oleh apa yang mereka lihat di media sosial.

"Produk fesyen" diganti "pakaian dan aksesori". "Pengaruh signifikan" diganti "banyak dipicu". Istilah "media sosial" dan "remaja" tetap, karena itu variabel penelitian.

4. Pecah atau gabungkan kalimat

Kalimat panjang bisa dipecah jadi dua. Dua kalimat pendek dari sumber yang sama bisa digabung.

Contoh: Media sosial ikut membentuk kebiasaan belanja remaja. Pengaruh ini paling terlihat pada pembelian produk fesyen.

5. Tambahkan konteks penelitianmu

Ini teknik paling kuat. Setelah menyampaikan ide sumber, kaitkan dengan penelitianmu.

Contoh: Menurut Sari (2023), media sosial ikut membentuk kebiasaan belanja remaja, terutama untuk produk fesyen. Temuan ini relevan dengan penelitian ini, yang meneliti siswa SMA di Kota Solo sebagai pengguna aktif TikTok Shop.

Bagian kedua adalah tulisanmu sendiri. Bagian ini tidak akan cocok dengan sumber mana pun, dan justru menunjukkan analisismu.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Hanya ganti sinonim per kata. Struktur kalimat sama, sehingga Turnitin tetap mendeteksi kemiripan.
  • Mengganti istilah teknis. Misalnya "regresi linear berganda" diganti "regresi garis lurus banyak". Maknanya rusak dan dosen akan bingung.
  • Lupa sitasi. Parafrase tetap wajib menyebutkan sumber.
  • Menulis sambil melihat sumber. Tanpa sadar kamu akan mengikuti alur kalimatnya. Tutup sumbernya dulu, tulis, lalu cocokkan maknanya.
  • Memakai tools parafrase otomatis tanpa dicek. Hasilnya sering kaku, istilahnya salah, dan bisa terdeteksi sebagai tulisan AI. Risikonya dibahas di kenapa tulisan manusia terdeteksi AI di GPTZero.

Bagian mana yang perlu diparafrase?

Fokuskan tenaga ke bagian yang biasanya paling tinggi similarity-nya: kajian teori di Bab 2, definisi operasional, dan penjelasan metode. Bagian hasil dan pembahasan biasanya sudah rendah karena berisi datamu sendiri.

Untuk kutipan yang memang harus persis, seperti definisi resmi atau bunyi pasal undang-undang, pakai kutipan langsung dengan tanda kutip. Penjelasan soal ini ada di 5 kesalahan kutipan yang membuat similarity tinggi.

Contoh parafrase satu paragraf utuh

Teknik di atas paling terasa hasilnya saat dipakai untuk satu paragraf. Ini contoh paragraf sumber dan hasil parafrasenya. Paragraf sumber, nama penulis, dan tahun di contoh ini rekaan untuk latihan, jadi jangan dikutip di skripsimu.

Paragraf sumber:

Motivasi belajar adalah daya internal dan eksternal yang menggerakkan siswa untuk menyesuaikan perilakunya selama proses belajar. Besar kecilnya daya ini menentukan semangat siswa, sehingga siswa yang motivasinya tinggi mampu bertahan lebih lama dalam kegiatan belajar.

Hasil parafrase:

Menurut Hamdani (2020), siswa belajar karena dua jenis dorongan: dari dalam dirinya dan dari lingkungan sekitarnya. Kedua dorongan ini membuat siswa mau menyesuaikan perilakunya. Siswa yang dorongannya kuat cenderung lebih bersemangat dan tahan lama saat belajar. Dalam penelitian ini, dorongan dari lingkungan diwakili oleh dukungan orang tua di rumah.

Perhatikan perubahannya:

  • Struktur kalimat berubah total. Kalimat pertama sumber dipecah menjadi dua.
  • Istilah "internal dan eksternal" dijelaskan dengan bahasa sehari-hari.
  • Sitasi tetap ada di awal.
  • Kalimat terakhir mengaitkan teori dengan penelitianmu. Bagian ini sepenuhnya tulisan baru.

Langkah praktis memparafrase satu paragraf

Kalau kamu bingung memulai, ikuti urutan ini:

  1. Baca paragraf sumber dua kali. Pastikan kamu paham ide utamanya.
  2. Tulis ide utamanya dalam satu kalimat pendek di kertas atau catatan, dengan bahasamu sendiri.
  3. Tutup sumbernya. Jangan lihat lagi selama menulis.
  4. Kembangkan catatan tadi jadi paragraf. Pakai struktur dan urutan yang berbeda dari sumber.
  5. Tambahkan sitasi di awal atau akhir kalimat yang memuat ide sumber.
  6. Tambahkan satu kalimat kaitan dengan penelitianmu, kalau relevan.
  7. Buka lagi sumbernya dan bandingkan. Pastikan maknanya sama dan tidak ada kalimat yang terlalu mirip.

Cara mengecek hasil parafrase

Setelah selesai, cek tiga hal:

  • Makna: baca berdampingan dengan sumber. Kalau ada informasi yang hilang atau bertambah tanpa dasar, perbaiki.
  • Kemiripan: cari rangkaian lebih dari lima kata yang sama persis dengan sumber. Rangkaian seperti ini yang biasanya ditangkap Turnitin.
  • Keterbacaan: baca keras-keras. Kalau terdengar kaku, ubah susunannya sampai terdengar seperti caramu berbicara secara formal.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa persen kata yang harus diubah supaya aman?

Tidak ada angka pasti. Turnitin mencocokkan rangkaian kata, bukan menghitung persentase kata yang diganti. Yang penting struktur dan susunan kalimatnya benar-benar berbeda.

Apakah parafrase boleh lebih pendek dari kalimat aslinya?

Boleh, selama maknanya utuh. Kalau kamu meringkas beberapa kalimat jadi satu, itu disebut meringkas, dan tetap perlu sitasi.

Apakah parafrase dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia aman?

Menerjemahkan lalu menulis ulang dengan kalimatmu sendiri boleh, asal tetap mencantumkan sumber. Terjemahan mentah dari mesin penerjemah biasanya kaku dan perlu diperbaiki.

Apakah boleh memparafrase hasil parafrase orang lain?

Sebaiknya tidak. Kembalilah ke sumber aslinya. Memparafrase tulisan yang sudah diparafrase berisiko menggeser makna dua kali, dan sitasinya pun harus tetap ke sumber asli.

Tidak sempat parafrase sendiri?

Kalau waktumu mepet atau bab yang perlu diperbaiki banyak, tim jasa parafrase Turnitin Helpin bisa membantu. Parafrase dikerjakan manual dengan menjaga makna dan istilah penelitianmu.

Butuh bantuan?

Parafrase Turnitin

Hubungi Admin

Pesan sekarang

Deadline sidang mepet? Kirim file sekarang.

Admin aktif setiap hari 08.00–24.00. Konsultasi dulu juga boleh, gratis.

Ririn dan Nyonyo, maskot Helpin, memegang ijazah