Helpin
Semua artikel

Tips Skripsi · 17 Oktober 2026 · Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word untuk Skripsi

Daftar isi manual pasti meleset setelah revisi. Ini cara membuat daftar isi otomatis di Word, lengkap dengan titik-titik dan halaman Romawi.

Jawaban singkat

Buat daftar isi otomatis di Word dalam lima langkah: tandai semua judul memakai Styles Heading, atur nomor halaman Romawi dan Arab, sisipkan daftar isi, rapikan tampilannya, lalu perbarui setelah revisi dengan satu klik. Google Docs juga bisa, tapi pengaturan nomor Romawi dan titik-titiknya lebih terbatas.

Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word untuk Skripsi

Daftar isi yang diketik manual terlihat rapi di awal, tapi setiap kali kamu menambah satu paragraf, nomor halamannya bergeser. Menjelang sidang, kamu harus mengecek ulang satu per satu. Daftar isi otomatis menyelesaikan masalah ini: cukup satu klik untuk memperbarui semuanya.

Langkah di bawah memakai Microsoft Word versi terbaru di Windows. Di Mac, letak menunya mirip.

Langkah 1: Tandai semua judul dengan Heading

Word membuat daftar isi dari judul yang memakai Styles Heading. Jadi ini langkah terpenting.

  1. Klik judul bab, misalnya "BAB I PENDAHULUAN".
  2. Di tab Home, bagian Styles, klik Heading 1.
  3. Untuk subbab seperti "1.1 Latar Belakang", pakai Heading 2.
  4. Untuk sub-subbab seperti "1.1.1", pakai Heading 3.

Lakukan untuk semua bab, termasuk Kata Pengantar, Daftar Pustaka, dan Lampiran kalau bagian itu perlu muncul di daftar isi.

Sesuaikan tampilan Heading dengan pedoman

Heading bawaan Word berwarna biru dengan font berbeda. Ubah supaya sesuai pedoman kampus:

  1. Format satu judul bab sesuai pedoman, misalnya Times New Roman 12, tebal, hitam, rata tengah.
  2. Klik kanan Heading 1 di panel Styles → Update Heading 1 to Match Selection.
  3. Semua judul ber-Heading 1 akan ikut berubah. Ulangi untuk Heading 2 dan 3.

Judul bab dua baris

Banyak pedoman meminta "BAB I" dan "PENDAHULUAN" di dua baris. Supaya tetap satu entri di daftar isi, tekan Shift + Enter (bukan Enter) di antara keduanya. Shift + Enter membuat baris baru tanpa memecah paragraf.

Langkah 2: Atur nomor halaman Romawi dan Arab

Bagian awal skripsi biasanya bernomor Romawi (i, ii, iii), dan Bab 1 mulai dari angka 1.

  1. Taruh kursor di akhir halaman terakhir sebelum Bab 1.
  2. Buka Layout → Breaks → Next Page. Ini membuat section baru.
  3. Klik dua kali area nomor halaman di Bab 1. Di tab Header & Footer, matikan Link to Previous.
  4. Buka Page Number → Format Page Numbers, pilih format 1, 2, 3, dan atur Start at: 1.
  5. Kembali ke bagian awal, atur Format Page Numbers dengan format i, ii, iii.

Kalau pedoman meminta nomor di bawah untuk halaman pertama bab dan di kanan atas untuk halaman lain, centang Different First Page lalu atur posisi masing-masing.

Langkah 3: Sisipkan daftar isi

  1. Buat halaman kosong untuk daftar isi, lalu taruh kursor di sana.
  2. Buka tab References → Table of Contents → Custom Table of Contents.
  3. Pastikan Show page numbers dan Right align page numbers tercentang.
  4. Di Tab leader, pilih titik-titik (.......).
  5. Di Show levels, pilih 3 kalau kamu memakai sampai Heading 3.
  6. Klik OK.

Daftar isi akan muncul lengkap dengan titik-titik dan nomor halaman.

Langkah 4: Rapikan tampilan daftar isi

Kalau font atau spasi daftar isi tidak sesuai pedoman, jangan ubah langsung di daftar isinya, karena akan hilang saat diperbarui. Ubah Styles TOC 1, TOC 2, dan TOC 3:

  1. Di Custom Table of Contents, klik Modify.
  2. Pilih TOC 1 → Modify, atur font dan spasi. Ulangi untuk TOC 2 dan TOC 3.

Langkah 5: Perbarui setelah revisi

Setiap kali selesai revisi:

  1. Klik di dalam daftar isi.
  2. Klik Update Table (atau tekan F9).
  3. Pilih Update entire table kalau ada judul yang berubah, atau Update page numbers only kalau hanya halaman yang bergeser.

Bonus: daftar tabel dan daftar gambar

Kalau tabel dan gambar memakai caption otomatis (References → Insert Caption), kamu bisa membuat daftar tabel dengan References → Insert Table of Figures, lalu pilih label "Tabel" atau "Gambar". Nomor tabel dan gambar juga ikut urut otomatis saat kamu menambah atau menghapus tabel.

Masalah yang sering muncul

  • Ada paragraf biasa yang masuk daftar isi. Paragraf itu tidak sengaja memakai Heading. Klik paragrafnya, ubah ke Style "Normal".
  • Judul tidak muncul. Judul itu belum memakai Heading.
  • Nomor halaman salah. Periksa section break dan pengaturan Start at.
  • Muncul tulisan "Error! Bookmark not defined." Perbarui daftar isi dengan Update entire table.

Cara cepat mengecek semua judul sudah ber-Heading

Sebelum membuat daftar isi, pastikan tidak ada judul yang terlewat:

  1. Buka tab View, lalu centang Navigation Pane.
  2. Panel di sisi kiri akan menampilkan semua judul yang memakai Heading, tersusun seperti daftar isi.
  3. Kalau ada judul bab yang tidak muncul di panel, berarti judul itu belum memakai Heading.
  4. Kalau ada paragraf biasa yang muncul di panel, berarti paragraf itu tidak sengaja memakai Heading.

Navigation Pane juga memudahkan kamu berpindah antarbab dan memindahkan subbab dengan cara diseret.

Mengatur tampilan per tingkat

Banyak pedoman meminta tampilan khusus di daftar isi, misalnya judul bab huruf kapital dan tebal, subbab menjorok ke dalam. Atur lewat Style TOC:

  • TOC 1 untuk judul bab: misalnya huruf kapital, tebal, tanpa indentasi.
  • TOC 2 untuk subbab: misalnya indentasi kiri 0,5–1 cm, tidak tebal.
  • TOC 3 untuk sub-subbab: indentasi lebih dalam lagi.

Atur juga spasi antarbaris di daftar isi sesuai pedoman. Karena diatur lewat Style, tampilan ini tidak akan hilang saat daftar isi diperbarui.

Lampiran di daftar isi

Kalau lampiran perlu muncul di daftar isi, beri judul tiap lampiran dengan Heading yang sesuai, misalnya Heading 1 untuk "LAMPIRAN" dan Heading 2 untuk "Lampiran 1. Kuesioner Penelitian". Kalau lampiran tidak perlu muncul satu per satu, cukup judul "LAMPIRAN" yang memakai Heading.

Urutan kerja yang paling aman

  1. Atur margin, ukuran kertas, dan Styles di awal.
  2. Tulis semua bab dengan Heading sejak awal.
  3. Pasang section break dan nomor halaman.
  4. Sisipkan daftar isi.
  5. Setiap selesai revisi, perbarui daftar isi.
  6. Sebelum mencetak, perbarui sekali lagi lalu simpan sebagai PDF.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah daftar isi otomatis bisa dipakai di Google Docs?

Bisa. Pakai Heading di Google Docs, lalu Insert → Table of contents. Tapi pengaturan nomor Romawi dan titik-titik lebih terbatas, sehingga Word lebih praktis untuk skripsi.

Kenapa daftar isi berubah format saat dibuka di komputer lain?

Biasanya karena font tidak terpasang di komputer itu. Simpan versi PDF untuk naskah final.

Halaman judul tidak boleh bernomor, bagaimana caranya?

Pakai Different First Page di section awal, lalu kosongkan nomor di halaman pertama.

Bolehkah daftar isi tetap diketik manual?

Boleh kalau pedoman tidak melarang, tapi risikonya besar. Setiap revisi bisa menggeser nomor halaman, dan kamu harus mengecek ulang satu per satu. Daftar isi otomatis jauh lebih aman.

Masih berantakan?

Kalau format skripsimu sudah terlanjur rumit, layanan perapihan dokumen Helpin bisa merapikan Heading, nomor halaman, daftar isi, sampai daftar tabel sesuai pedoman kampusmu.

Butuh bantuan?

Perapihan Dokumen

Hubungi Admin

Pesan sekarang

Deadline sidang mepet? Kirim file sekarang.

Admin aktif setiap hari 08.00–24.00. Konsultasi dulu juga boleh, gratis.

Ririn dan Nyonyo, maskot Helpin, memegang ijazah